Step dalam Pembuatan Saluran Sanitasi dengan Pipa SNI

  • 4 min read
  • Jul 13, 2020
Saluran Sanitasi dengan Pipa SNI

Menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal mutlak yang harus dijaga oleh semua orang. Selain untuk menjaga kesehatan diri sendiri juga berdampak pada kesehatan orang banyak. Menjaga kebersihan memiliki makna luas. Bisa kebersihan tubuh diri sendiri, kebersihan tempat tinggal dan juga kebersihan saluran air atau saluran limbah. Meski kebersihan diri merupakan hal sangat penting dan awal dari kesehatan itu terbentuk, namun lingkungan juga berperan dalam  pengaruhnya membentuk kebiasaan kesehatan masyarakat, dan salah satu faktornya adalah  pembuatan saluran sanitasi.

Proses pembuatan saluran ini, terbilang cukup rumit karena terdapat aturan yang mengaturnya dengan tujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu pemilihan bahan seperti pipa juga sangat berpengaruh. Anda bisa melihat harga pipa air terdahulu sebelum memutuskan untuk membelinya.

Mendengar kalimat sanitasi, apa yang terbersit dikepala anda? Ya. Secara sederhana merupakan saluran kebersihan. Sanitasi merupakan upaya  yang dilakukan manusia dalam pencegahan lingkungan yang terkontaminasi langsung oleh bahan-bahan kotor dan juga berbahaya dengan tujuan dapat menjaga serta meningkatkan kesehatan masyarakat, seperti pengolahan limbah atau kotoran (tinja) agar tidak mencemari air dan juga tanah tempat manusia bermukim. Ada juga yang menyebutkan jika sanitasi juga berhubungan saluran pembuangan tinja atau septic tank.

Keberadaan sanitasi ini sendiri sebagai bentuk sarana dalam pelayanan pembuangan limbah kotoran manusia serta sebagai pemeliharaan kondisi yang higienis melalui pengelolaan sampah dan limbah cair. Beberapa ahli juga mengatakan jika sanitasi tidak hanya sebatas pengolahan limbah sampah dan kotoran namun juga pada pengolahan air bersih.

Dalam pembuatan sanitasi, di awal disebutkan jika salah satu bahan yang menjadi sangat penting yaitu pipa. Maka perlu untuk mencari harga pipa air yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan. Umumnya bentuk pembuatan sanitasi yang dilakukan adalah :

  • Instalasi air kotor

Instalasi atau penanganan air kotor merupakan fasilitas yang ada dalam sebuah tempat tinggal yang berupa saluran air pembuangan dari lingkungan rumah menuju saluran got yang berada di luar halaman dan menuju muara tampungan yang lebih besar. Kemudian juga saluran air kotor dari WC atau Water Closet menuju septic tank yang harus dipastikan lancar. Untuk daerah perkotaan pembuatan septic tank bahkan telah diatur dalam peraturan kementerian dengan tujuan untuk tidak mencemari tanah.

  • Bak kontrol

Untuk sanitasi sendiri terdapat sebuah bak kontrol. Bak ini berukuran kecil dan terpasang pada saluran air kotor yang berfungsi sebagai pengontrol jika saluran air terjadi hambatan atau terjadi genangan yang tidak diinginkan. Penutupnya terbuat dari cor-coran beton tuldang yang dilengkapi dengan besi pembuka.

Dasar dari bak kontrol harus lebih dalam dari dasar saluran air kotor dengan tujuan agar endapan mudah dibersihkan. Selain itu bak kontrol juga dapat diletakkan pada penutup septic tank, selain sebagai pengontrol juga dapat dimasukkan slang penyedot air limbah dari septic tank.

Oleh sebab itu penggunaan pipa sangat dibutuhkan. Kamu bisa cek harga pipa air khusus. Kerennya brand pipa Rucika memiliki jenis pipa untuk instalasi saluran air kotor.

Peroleh Air Bersih dengan Pipa Air Berkualitas

Manusia tidak dapat dipisahkan dengan air. Elemen satu ini begitu sangat penting dalam menunjang kehidupan kita. Bahkan terdapat sebuah ungkapan  yang menyebutkan jika “manusia bisa hidup tanpa makan. Namun manusia tidak dapat hidup tanpa minum”. Meskipun tidak seratus persen benar, namun dari ungkapan tersebut dapat disimpulkan jika air menjadi kebutuhan yang begitu penting dalam menunjang keberlangsungan hidup kita.

Hampir di setiap kegiatan kita tentunya tidak luput dari kehadiran benda cair satu ini. Banyak upaya dilakukan agar masyarakat dapat menikmati air yang layak konsumsi. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan proses penjernihan. Agar pada saat pengolahan air berjalan dengan baik, anda juga perlu memperhatikan kualitas bahan yang digunakan utamanya pipa. Cek harga pipa air terbaik untuk memperoleh kualitas pipa yang bagus dan pastinya awet.

Proses penjernihan atau istilah kerennya disebut dengan Water Treatment Plant ini merupakan salah satu cara  untuk memperoleh air bersih yang melimpah tanpa harus melakukan galian pada tanah untuk membuat sebuah sumur baru. Water Treatment Plant atau WTP sendiri merupakan cara dalam pengolahan air bersih, dimana air yang diperoleh masih dalam keadaan keruh dipompa menuju tempat WTP. Proses pompa pastinya membutuhkan saluran berupa pipa agar dapat mengalirkan air ke WTP. Harga pipa air juga sangatlah beragam , berbeda fungsi dan jenis tentu memiliki harga yang berbeda.

Sebelum lanjut pada bagian dari WTP, mari sedikit kita ulas jenis pipa yang dapat digunakan untuk instalasi air bersih. Pipa  Rucika memberikan pilihan pipa untuk instalasi air bersih, yaitu untuk keperluan rumah sendiri terdapat dua jenis pipa yaitu, pipa PVC diameter ½” dan 1” tipe AW.

Pipa PVC 1” dengan tipe AW sering digunakan sebagai saluran utama air bersih dari tangki atau juga dari PAM untuk masuk ke dalam rumah. Kemudian pada cabang dapat menggunakan PVC ½ “ menuju saluran titik-titik posisi kran dan juga sanitari. Nah, untuk jaringan sistem pipa air bersih bertekanan besar dan juga untuk buangan anda bisa menggunakan pipa dengan ukuran standar.

Pada WTP sendiri anda bisa menggunakan jenis pipa berukuran lebih besar agar air yang dialirkan lebih banyak. Untuk jenis serta ukuran apa yang tepat, kamu bisa mengunjungi halaman web rucika atau menghubungi kontak yang tertera untuk konsultasi. Pastinya harga pipa air rucika seusai dengan kualitas. Harga membawa rupa.

Kita lanjut melihat 5 bagian dari WTP agar air menjadi berkualitas baik dan layak digunakan.

  1. Proses Koagulasi, akan dilakukan destabilisasi partikel koloid atau kotoran yang terdapat pada air. Cara ini dilakukan secara kimia dengan mencampurkan tawas.
  2. Bagian kedua, saat air berada pada koagulasi, air akan melalui proses pencampuran dengan diaduk secara perlahan. Hal ini bertujuan agar partikel kotoran membentuk flok atau gumpalan lebih besar agar mudah mengendap.
  3. Selanjutnya gumpalan kotoran yang berbentuk lumpur akan terpisah dengan air dan otomatis akan mengendap pada dasar.
  4. Lumpur yang telah mengendap. Selanjutnya air akan disaring agar benar-benar bersih.

Bagian terakhir, untuk menghindari potensi kuman dan juga bakteri pada air, dilakukanlah proses tambahan berupa memasukkan chlor, ozonisasi, uv dan juga pemanasan.