Sejarah Sumpah Pemuda Lengkap

  • 3 min read
  • Nov 30, 2020
Sejarah Sumpah Pemuda

Setiap tanggal 28 oktober kita selalu memperingati sumpah pemuda yang terjadi pada peristiwa kongres pemuda II pada tanggal 28 oktober 1928 yang mempersatukan para pemuda-pemudi bangsa indonesia yang bersatu untuk melawan kolonialisme waktu itu.

Kongres tersebut banyak sekali melibatkan organisasi pemuda dan tokoh penting yang berperan dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Latar Belakang Terjadinya Sumpah Pemuda

Sumpah pemuda salah satu peran yang sangat penting dalam pergerakan kemerdekaan melawan penjajahan secara bersama dan bersatu serta menjadi tonggak utama untuk membangkitkan semangat seluruh rakyat Indonesia.

Peristiwa sumpah pemuda di prakarsai oleh Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI) yang dibentuk pada September 1926 serta berisi anggota dari mahasiswa Technische Hoogeschool te Bandoeng dan Rechtshogeschool te Batavia.

Politik Etis

Setelah membentuk PPPI kemudian organisasi tersebut melakukan kongres untuk mendapatkan kesepakatan bersama mengenai keterkaitan tentang kegiatan kepemudaan dalam segi sosial, ekonomi, dan budaya.

Kongres tersebut dilatarbelakangi akibat diberlakukannya Politik Etis oleh Belanda. Pada saat itu perekonomian Hindia-Belanda hanya dikuasai oleh Tionghoa dan Belanda serta terjadinya persaingan ekonomi membuat kolonial Belanda melakukan berbagai kebijakan.

Kebijakan tersebut bukannya mensejahterakan rakyat Indonesia namun menambah penderitaan rakyat seperti mempekerjakan tetapi tidak memberikan upah dari pekerjaan yang telah dikerjakan.

Akibat dari kebijakan tersebut banyak sekali perlawanan yang dilakukan oleh petani dari seluruh penjuru daerah yang ada di Indonesia. Kebijakan tersebut tidak hanya ditentang oleh rakyat Indonesia tetapi dari politikus serta intelektual Belanda juga ikut mengkritisi kebijakan tersebut.

Akhirnya Belanda melakukan kebijakan baru yang diberi nama “Politik Etis” yaitu kebijakan balas budi pemerintahan Belanda untuk mensejahterakan rakyat dengan cara memberikan Edukasi (pendidikan), migrasi (memindahkan penduduk), Irigasi (Pertanian).

Pemuda-pemudi yang diberikan pendidikan tersebut lalu menciptakan terjadinya Kongres Sumpah Pemuda.

Berkembangnya Media Cetak Dan Pers

Perkembangan pesat media cetak dan pers sangat membantu sekali untuk menyebarkan perkembangan ideologi dan pergerakan bangsa Indonesia. Surat kabar yang sudah mulai banyak beredar dengan sangat cepat membantu menumbuhkan semangat jiwa nasionalisme pada rakyat Indonesia.

Seorang tokoh pendiri pers yang pertama kali menerbitkan surat kabar yang berbahasa Melayu(Indonesia) di Nusantara yaitu Tirto Adhi Soerjo yang  terbit pada tahun dengan tajuk Medan-Prijaji serta Ia ikut bergabung dengan organisasi pemuda dan mendirikan Sarikat Prijaji.

Kemunculan Berbagai Organisasi Kepemudaan

Karena terjadinya persaingan dagang dengan pedagang Tionghoa Hj Samanhudime melakukan inisiatif untuk mendirikan Sarekat Dagang Islam  di Kota Solo pada tanggal 16 Oktober 1905 serta menjadi tokoh pelopor berdirinya organisasi kepemudaan.

Setelah organisasi ini berdiri dan berkembang lalu mulai bermunculannya organisasi kepemudaan di Nusantara yaitu salah satunya organisasi Budi Utomo yang didirikan pada tanggal 20 mei 1908 yang dibentuk oleh Dr Cipto Mangunkusumo, dan EFE Douwes Dekker dan Dr Sutomo.

Organisasi ini bertujuan untuk memajukan peternakan, pertanian, pendidikan, dan budaya. Setelah pembentukan Budi Utomo  banyak sekali mulai pergerakan organisasi pemuda lainnya  semakin berkembang dengan pesat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat kecil.

Kongres Pemuda I

Setelah Banyak sekali organisasi kepemudaan yang bermunculan akhirnya para pemuda berinisiatif untuk melakukan kegiatan pertemuan musyawarah besar. Kegiatan musyawarah besar tersebut disebut dengan Kongres Pemuda yang dilaksanakan dua kali.

Kegiatan Kongres Pemuda yang pertama kali dilakukan pada tanggal 30 April hingga tanggal 2 Mei 1926 serta diselenggarakan di kota Batavia (Jakarta) dan diketuai oleh Muhammad Tabrani.

Hasil dari kongres pertama Sumpah Pemuda yaitu diantaranya mengakui cita-cita persatuan dan menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang di gagas oleh Mohammad Yamin.

Kongres ini juga terbentuk oleh beberapa gabungan organisasi Pemuda Indonesia pada tanggal 15 Agustus 1926. Kemudian, setelah itu pada bulan September 1926 di resmikan satu organisasi Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI) yang diketuai oleh Soegondo Djojopoespito.

Kongres Pemuda II

Setelah terbentuknya organisasi PPPI, kemudian melakukan rapat kedua  yang bertujuan untuk menyatukan seluruh gagasan organisasi pemuda yang ada serta melakukan pembentukan panitia kongres.

Rapat tersebut berisi tentang penetapan struktur panitia kongres yang diketuai oleh Soegondo Djojopoespito, Djoko marsaid sebagai wakil ketua Mohammad Yamin sebagai sekretaris.

Kongres yang dilakukan tersebut kini dikenal sebagai Kongres Pemuda II yang dilaksanakan di kota Batavia (Jakarta) pada tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dijaga ketat oleh keamanan Belanda.

Pada kongres puncaknya tanggal 28 Oktober yang sekarang diperingati setiap tahun sebagai Hari Sumpah Pemuda yaitu terjadinya momen penyerahan kertas oleh Mohammad Yamin kepada Djojopoespito yang berisi ikrar Sumpah Pemuda kepada peserta rapat lainnya yang berisi teks berikut.

Isi Teks Sumpah Pemuda

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, Tanah Air Indonesia

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia 

Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

Tujuan Dari Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda yang diselenggarakan mempunyai tujuan yang sangat jelas untuk kepentingan pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia yang mencangkup:

  1. Untuk membangkitkan jiwa dan memunculkan sikap nasionalisme kepada pemuda – pemudi serta seluruh rakyat Indonesia untuk melawan segala penjajahan terhadap bangsa Indonesia.
  2. Memperkuat serta mempertebal rasa persatuan dan kesatuan seluruh rakyat bangsa Indonesia.
  3. Memperluas segala pergerakan rakyat indonesia untuk mencapai kemerdekaan.
  4. Mempersatukan seluruh kekuatan yang tadinya hanya berfokus pada kedaerahan yang selalu menjadi penghalang persatuan rakyat Indonesia.
  5. Mewujudkan seluruh cita-cita pemuda dan pemudi Indonesia.

Penutup

Ada banyak hal yang dapat dipelajari pada bahasan tentang sejarah sumpah pemuda, salah satunya adalah ‘bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia’, ‘berbangsa yang satu bangsa Indonesia’, dan ‘menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia’.

Dari kutipan tersebut terdapat pesan bahwa, sebagai seorang rakyat yang cinta akan tanah air sudah sepantasnya untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut kedalam kehidupan sehari-hari agar dapat terciptanya negara yang berdaulat, adil, dan makmur.

Semoga artikel tersebut dapat bermanfaat dan menambah wawasan tentang sejarah. Mari kita melanjutkan semua cita-cita para pendahulu kita untuk memajukan serta mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.