Kriteria Olahraga untuk Menjaga Imunitas Tubuh

  • 3 min read
  • Sep 21, 2020
Kriteria Olahraga untuk Menjaga Imunitas Tubuh

Menjaga imunitas tubuh di masa pandemi COVID-19, sangatlah penting. Dikarenakan, salah satu cara supaya kita tidak terkena virus COVID-19 adalah memperkuat sistem imunitas tubuh kita. Olahraga secara rutin dan tepat. serta asupan gizi seimbang merupakan faktor penting sebagai salah satu cara menjaga imunitas tubuh, seperti saat pandemi COVID-19 sekarang. Olahraga dapat meningkatkan kemampuan jantung, paru-paru, dan pembuluh darah, serta bertujuan untuk mencegah penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke. Ada baiknya semua kegiatan olahraga kita dilakukan dirumah, karena pandemi COVID-19 ini. Kegiatan Olahraga dirumah disebut tak hanya menghemat waktu, biaya, dan akses namun juga membuat seseorang lebih tenang dalam berolahraga. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk berolahraga ringan secara rutin di rumah. Tidak hanya untuk mengisi waktu luang, hal ini juga membuat kesehatan lebih terjaga. Olahraga sederhana yang dapat dilakukan di rumah merupakan kegiatan ringan yang memberikan manfaat besar. Menjaga kesehatan dengan berolahraga secara teratur tetap bisa kita lakukan meskipun sedang dalam masa karantina mandiri seperti sekarang ini.. [1]

Kriteria olahraga yang tepat yaitu, Frekuensi, durasi, konsistensi, dan jenis olahraga memainkan peranan penting untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Imunitas tubuh yang kuat akan membantu melindungi tubuh dari serangan virus dan penyakit. Jadi kita tidak boleh sembarang dan berlebihan dalam melakukan aktivitas olahraga di rumah. Berikut penjelasan kriteria tersebut,

  • Durasi Waktu Dalam Berolahraga

Berolahraga terlalu lama justru tidak baik untuk kekebalan tubuh, bahkan akan melemahkan sistem imunitas tubuh kita. Begitu pula sebaliknya, berolahraga terlalu sedikit tidak dapat memacu sistem imun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan, olahraga optimal hingga 300 menit per minggu atau sekitar 45 menit hingga 60 menit setiap hari.

  • Frekuensi Berolahraga

Ada hubungannya dengan durasi waktu dalam berolahraga, frekuensi dalam berolahraga juga harus dilakukan dengan tepat. Apabila olahraga dilakukan dengan cara berlebihan dapat menyebabkan tekanan pada otot, bahkan dehidrasi. Sehingga kita harus mengatur frekuensi kita dalam berolahraga.

  • Intensitas Olahraga

Intensitas adalah kekuatan olahraga dalam memacu jantung. Intensitas olahraga yang disarankan adalah sedang ke berat. Semakin jantung berdetak dengan cepat atau semakin terengah-engah, semakin tinggi intensitas olahraga yang dilakukan. Maka dari itu, sesuaikan kemampuan diri kita dengan intensitas kita dalam berolahraga.

  • Jenis Olahraga

WHO menyarankan untuk melakukan olahraga jenis aerobik atau olahraga yang memacu detak jantung. Banyak penelitian membuktikan olahraga aerobik baik untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Beberapa contoh olahraga aerobik adalah berjalan, berlari, bersepeda, dan berenang.Dikutip dari Health, latihan interval intensitas tinggi atau dikenal dengan HIIT (High-Intensity Interval Training), dalam sebuah penelitian juga disebut meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. studi lain mendapati latihan kekuatan juga kemungkinan dapat membantu sistem kekebalan tubuh. [2]

  • Konsistensi dalam Berolahraga

Konsistensi memainkan peran penting untuk menjaga sistem imunitas tubuh. Olahraga yang dilakukan secara rutin lebih ampuh meningkatkan sistem imun tubuh ketimbang olahraga yang hanya dilakukan sesekali saja. [3]

Kriteria berolahraga di atas, sangat penting untuk kita dalam menjaga imunitas tubuh kita. Tapi perlu diingat untuk menjalani kegiatan berolahraga di rumah, jangan dilakukan berlebihan. Salah satu akibat apabila kita melakukan kegiatan olahraga dirumah secara berlebihan adalah dehidrasi. Selain berolahraga, kita harus menjaga asupan cairan dalam tubuh kita. Air putih merupakan salah satu hal yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan kita. Setiap hari kita membutuhkan asupan air putih untuk bertahan hidup, meski memang diketahui bahwa kebutuhan asupan air putih setiap orang berbeda-beda. Namun secara umum, konsumsi air putih yang disarankan adalah delapan gelas berukuran 250 mL per hari, atau bila dikalkulasikan kita membutuhkan rata-rata 2 liter asupan air per harinya.

Secara biologis terbukti bahwa air putih memiliki arti penting, yang didistribusikan ke seluruh tubuh dan organ. Otak mengandung 85% air, hati manusia mengandung 68% air, sementara 79% terkandung pada paru-paru. Kulit manusia juga mengandung 72% air, ginjal 83%, dan sementara pada bagian tulang ada kandungan air sebesar 22%.  Namun disisi lain, masih banyak dari kita yang kerap menganggap remeh konsumsi air putih secara rutin sehingga asupan air putih yang masuk ke dalam tubuh pun menjadi sedikit. Kurang minum air putih bisa menyebabkan dehidrasi, sehingga hal-hal yang negatif bagi kesehatan tubuh kita dapat terjadi. telah menjadi jelas bahwa kita harus selalu memenuhi kebutuhan cairan kita dengan rutin minum air putih agar kesehatan tubuh selalu terjaga. Agar semakin efektif dalam menjaga kesehatan tubuh, pastikan juga bahwa asupan air putih dalam tubuh kita diisi oleh air putih berkualitas dari AQUA yang terpercaya lebih dari 45 tahun menghadirkan kesehatan dari tiap tetes air mineral gunung vulkanis. Selain segar, beragam kandungan baik seperti magnesium, kalsium, zinc, silika, dan zat lainnya mampu menyehatkan organ tubuh. Mineral yang terkandung di dalam AQUA juga merupakan mineral yang terlindungi, karena AQUA melindungi ekosistem di sekitar sumber air dan sumber air itu sendiri. [4]

  1. https://www.merdeka.com/sehat/olahraga-di-rumah-memiliki-manfaat-yang-setara-dengan-latihan-yang-dilakukan-di-gym.html
  2. https://www.health.com/fitness/does-exercise-boost-immunity
  3. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200624101742-255-516803/olahraga-yang-baik-untuk-meningkatkan-sistem-imunitas-tubuh
  4. https://www.sehataqua.co.id/5-hal-yang-bisa-terjadi-akibat-kurang-minum-air-putih/