Fighter dengan Air Suspension Lebih Pede Tampil di Jalan

  • 2 min read
  • Nov 14, 2019
Fighter

Dalam dunia otomotif, penggunaan air suspension semakin massif. Tak banyak orang yang tahu mengenai sejarah air suspension. Pada mulanya, air suspension hanyalah ide biasa, yakni menggabungkan kemampuan beragam per dalam satu wadah. Sayangnya sistem yang kompleks membuat biaya pembelian dan biaya perawatan menjadi tak sesederhana ide yang dipunya. Seperti yang telah diketahui, tanpa adanya sistem suspension di kendaraan, energi tumbukan antara roda dan permukaan jalan akan diteruskan sepenuhnya ke seluruh struktur kendaraan. Kendaraan akan cenderung tetap bergerak lurus meski setir dibelokkan.

Efek hal tak mengenakkan itu dapat diminimalisir dengan ditambahnya per dan peredeam kejut. Namun, sangat disayangkan apabila tingkat kekerasan kedua komponen ini cenderung statis. Sehingga sulit untuk mendapatkan pengaturan yang pas dengan kondisi jalan yang beragam. Suspension yang nyaman di jalan lurus tetapi badan mobil jadi limbung ketika melewati jalan bergelombang atau ketika menikung. Sebaliknya, suspension yang keras membuat kendaraan  lebih stabil akan tetapi mengurangi kenyamanan penumpang.

Pada tahun 1901 William Humphreys menemukan solusi efektif dengan menciptakan sistem air suspension dan telah memiliki hak paten. Air suspension ini dibuat dengan prinsip untuk menggantikan per baja dengan bantalan udara yang dapat diatur tingkat kekerasaanya secara fleksibel sambil berjalan. Fleksibelitas yang sebelumnya membuat dua karakter suspense yang sebelumnya saling bertolak belakang bisa digabungkan dalam satu sistem tanpa masalah. Travel suspension yang panjang dan lentur dapat menahan aspal dengan kuat seperti sedan-sedan mahal saat dipacu pada kecepatan tinggi. Air Suspension juga memungkinkan kendaraan memiliki kemampuan auto leveling, di mana badan mobil tetap rata ketika kaki-kaki berjuang keras mengikuti kontur jalan. Badan kendaraan tidak mendongak ketika bagian belakang mengangkut muatan ekstra.

Mitsubishi Fighter terbaru diluncurkan dengan ruang kabin yang lebih luas dan serta air suspension seat. Varian baru fighter ini memiliki pilihan sasis yang panjang, medium, hingga super panjang sehingga dapat mengangkut lebih banyak muatan mulai dari 16 hingga 26 ton sekaligus. Varian ini pantas-pantas saja bila dinobatkan sebagai truk Indonesia terbaik.