Bagi seorang desainer, kepuasan klien adalah prioritas utama. Maka dari itu, sebisa mungkin hindari kesalahan saat membuat kartu nama. Khususnya yang efeknya cukup vital dan berpengaruh terhadap perkembangan bisnisnya di masa depan. Apa saja kesalahan yang wajib dihindari? Berikut uraiannya.

  1. Menggunakan Kertas Berkualitas Rendah

Kalau hanya berjumlah kurang dari 30 sih tak apa alias masih bisa ditingkatkan untuk sesi mencetak kartu berikutnya. Bagaimana kalau cetaknya berjumlah 1.000 atau lebih? Begitu kedapatan menggunakan kertas berkualitas rendah, maka bisa dikatakan rugi. Sebab, untuk membuat kartu sebanyak itu perlu modal yang cukup besar.

Berhubung Anda mendapatkan tugas yang cukup riskan, maka wajib bertanggung jawab terhadap kertas untuk cetak kartu. Misalnya menggunakan kertas splendorgel yang selalu tampil premium dan jadi favorit banyak perusahaan. Jika tak ada, bisa gunakan kertas laminating ataupun linen. Ini semata bertujuan agar kualitas hasil cetakan kartunya terjaga.

  1. Terlalu Banyak Mencantumkan Informasi dan Keterangan

Sejatinya, sebuah kartu identitas perusahaan itu dibuat minimalis. Sebab, jika ukurannya besar, kurang kompatibel ketika dibawa ke mana-mana. Misalnya saat bertemu dengan klien atau mitra. Akibatnya, Anda mesti mencantumkan informasi perusahaan singkat saja. Khususnya yang berkaitan dengan profil perusahaan agar mudah dikenal.

Adapun jika memaksakan penulisan banyak informasi dalam ruang sempit, nanti jadi sulit dibaca. Misalnya pada kartu tertera alamat surat-menyurat, tagline, e-mail, profil perusahaan secara mendetail, visi-misi, dan sebagainya. Kalau ada informasi yang tidak begitu relevan, bukankah sebaiknya dihapus saja? Cukup tulis seperlunya saja.

  1. Lupa Mencantumkan Tagline

Seberapa pentingkah tagline dalam pembuatan kartu nama? Penting sekali dan sangat vital. Sebab masih berhubungan dengan logo perusahaan. Tagline itu ibarat iklan secara halus. Banyak perusahaan yang membuat tagline khusus agar tidak mudah dicontek dan mudah diingat masyarakat. Maka dari itu, tagline yang baik bisa merepresentasikan perusahaan secara utuh.

Soalnya nama logo serta tagline itulah yang nantinya akan membekas di benak para konsumen atau pelanggan. Misalnya ada merek bernama Klasnet. Sedangkan tagline-nya berbunyi, “Belajar Internet Marketing dari Rumah”. Apabila tagline tersebut dihilangkan, kesannya jadi berbeda sama sekali. Kesannya polos dan kurang greget.

  1. Menggunakan Jenis Huruf yang Keliru

Faktor pemilihan huruf juga sangat krusial dalam pembuatan kartu maupun logo. Mulai dari kerapatan, ketebalan, kecil-besar, serta style yang digunakan. Semua itu berdampak pada aspek visualisasi kartu buatan Anda. Sebaiknya hindari penggunaan jenis huruf yang kecil dan memanjang, ya. Misalnya jenis huruf Chiller yang sama sekali tidak recommended.

Jika perlu, beli jenis huruf ke penyedia. Kemudian Anda beli lisensinya agar bebas menggunakan jenis huruf tersebut ke kartu. Soalnya kalau tidak beli, nanti melanggar hak cipta. Bisa-bisa, saat laju bisnis tengah pesat-pesatnya, tahu-tahu ada somasi dari pencipta jenis huruf tersebut. Sayang jika akhirnya terpaksa ganti desain lagi dan lagi.

  1. Lupa Mencantumkan Akun Media Sosial

Saat ini, target pemasaran perusahaan lebih banyak mengarah ke sosial media. Tak heran jika mereka banyak yang menggunakan para influencer untuk menangani setiap campaign-nya. Sedangkan kerja sama dengan bloger biasanya untuk menaikkan brand awareness. Maka dari itu, cantumkan akun media sosial perusahaan. Sebab, bagi perusahaan sangatlah penting.

Sebelum terlambat, segera hindari atau hentikan kebiasaan keliru sebagaimana yang tercantum di atas. Ingat, saat Anda mendesain serta mencetak kartu nama, sama halnya berurusan dengan bisnis si klien. Sewaktu-waktu Anda wajib bertanggung jawab ketika terjadi keluhan akibat desain kartu dan logonya mirip dengan perusahaan lain.