loading...
Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 21 Juli 2017

Tsamara Cuma Diam 'Ditampar' KPK


Tsamara Cuma Diam 'Ditampar' KPK

Opini Bangsa - Banyak media yang sedang mengorbitkan Tsamara Amany. Publik dikagetkan sepertinya. Pasalnya, kekecewaan kepada Afi sang plagiator belum juga reda.

Kehadiran Tsamara pun tampaknya melahirkan kekecewaan publik. Kenapa demikian? Karena pelan-pelan kefatalan bersikap Tsamara menimbulkan tanda tanya publik. Termasuk dalam menilai posisi KPK.

Diketahui, dibeberapa media, Tsamara Amany yang belakangan ini sibuk mengomentari berbagai isu demi eksis di pentas politik negeri ini, mengimbau agar Setya Novanto mundur dari posisinya sebagai pemimpin DPR.

“Dalam hal asas kepatutan, lebih baik mundur. Kasihan lembaga DPR-nya. Lembaga DPR tidak masalah, yang masalah orang-orangnya,” kata Tsamara di kantor detikcom, Jalan Kapten Tendean, Selasa (18/7/2017), dilansir detik.com

“Demi asas kepatutan, mundurlah,” ujarnya.

Yang bikin aneh adalah sikap kritis Tsamara ke pejabat yang menjadi tersangka ini, tak pernah ditujukan kepada Ahok, yang pada masa itu juga telah menjadi tersangka namun enggan mundur dari kursi Gubernur DKI.

Tsamara, saat itu malah dengan bangga bergabung dengan tim kampanye Ahok dan rela mencatut beberapa nama artis dan tokoh masyarakat dalam kampanye Ahok.

Nah, yang masih hangat menjadi keganjilan adalah sikap Tsamara yang kritis kepada Setya Novanto namun tidak kritis kepada KPK. Padahal KPK telah menghilangkan nama-nama politisi PDIP yang tersandung kasus e-KTP. Bahkan yang lebiih gilanya, KPK juga menghilangkan nama Setya Novanto.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah juga kaget dengan kejadian tersebut.

“NAMA SN (Setya Novanto-ed) DLL HILAAAAAANG..!,” kicau @Fahrihamzah (20/7) sambil melampirkan berita terkait.


Tsamara seperti membisu dengan kejadian ini. Padahal secara tidak langsung KPK sedang menampar dirinya. Apakah ini bukti Tsamara masih lugu dalam dunia politik? Atau Tsamara memang tidak tahu bahwa KPK dalam aksinya juga melakukan manuver? [opinibangsa.id / pkn]

Tidak ada komentar: