loading...
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 18 Mei 2017

Kasus Novel Mandek, Negara Jangan Kalah oleh Serangan Balik Koruptor


Kasus Novel Mandek, Negara Jangan Kalah oleh Serangan Balik Koruptor

Opini Bangsa - Pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih belum menemukan titik terang. Padahal, sudah sebulan lebih kasus tersebut ditangani kepolisian.

Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (PRIMA) Sya'roni mengatakan, belum terungkapnya pelaku penyiraman air keras kepada Novel dikhawatirkan dapat mendegradasi kepercayaan publik terhadap institusi Polri. "Jangan sampai rekam jejak yang sudah sangat bagus terutama dalam menggulung jaringan terorisme ternoda oleh kelambanan dalam mengungkap kasus Novel," kata Sya'roni kepada Okezone, Kamis (18/5/2017).

Ia mengatakan, pengusutan kasus ini seharusnya bisa menjadi prioritas Polri karena menyangkut usaha besar dalam pemberantasan korupsi. Bila kasus ini berlarut-larut dikhawatirkan akan mengganggu upaya pemberantasan korupsi.

"Publik sangat berharap Polri bisa secepatnya mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya. Negara tidak boleh kalah oleh aksi serangan balik para koruptor. Dan di pundak kepolisianlah harapan itu ditambatkan untuk bisa segera membongkar kasus ini," ujar Sya'roni.

Seperti diketahui, Novel Baswedan diserang dua pria tidak dikenal selepas salat subuh di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peristiwa itu terjadi pada Selasa 11 April 2017 di depan Masjid Jami Al Ihsan.

Pelaku menggunakan sepeda motor langsung kabur setelah menyiramkan cairan asam ke wajah penyidik komisi antirasuah tersebut. Ia kini dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura untuk mengobati mata kirinya yang terluka parah. Kornea mata kanannya juga bermasalah, tetapi bisa melihat lebih baik dibandingkan mata kirinya. [opinibangsa.id / okz]

Tidak ada komentar: